Pepatah keluar dari mulut harimau masuk ke mulut buaya mungkin pas untuk menggambarkan hidupku saat ini. Dulu saya pikir setelah lulus kuliah dan jadi sarjana adalah ke-lega-an yang hakiki, bagaiamana tidak, segala penderitaan selama menjadi anak kos dengan asupan gizi yang sangat memprihatinkan serta Siksaan dari dosen yang kejamnya melebihi kekejaman suami-suami jahannam yang ada di indosiar, kini telah berakhir. 

Tapi ternyata belum benar-benar berakhir, penderitaan yang sesungguhnya ternyata baru saja dimulai. semenjak selesai kuliah saya gak tau mau ngapain. Mencari kerja ternyata lebih sulit dari pada mencari jodoh. penderitaan dan kepedihan selama menjadi mahasiswa gak ada apa-apa nya dibanding pedihnya hidup setelah lulus kuliah.

Awalnya Pulang ke rumah dengan title sarjana membuat saya bangga sampai akhirnya belakangan ini membuat saya sadar kehidupan setelah lulus kuliah seakan mimpi buruk yang tidak ada akhirnya, pedihh, ngelebihin pedihnya diputusin pas lagi sayang-sayangnya. Yah mungkin ini hanya dirasakan bagi orang sepertiku yang gak punya monyet-monyet dekkeng (orang dalam), yang punya orang dalam mah menganggapnya selesai kuliah adalah mimpi basah indah di siang bolong. Karena sehabis kuliah, langsung kerja terus traktirin gebetan naikin orang tuanya naik haji bareng bang roma irama.

Pedihnya kehidupan setelah lulus kuliah membuat Saya sering tertawa melihat banyak mahasiswa yang ingin sekali cepat lulus, yah gak apa-apa juga sih, jika kalian punya dekkeng (orang dalam) atau sudah tau mau ngapain setelah lulus itu jauh lebih baik, tapi kalo kasusnya kayak saya, mending nikmatin aja dulu masa kuliahnya, karena menjadi mahasiswa kayaknya lebih terhormat dari pada jadi sarjana yang pengangguran. Derajat hidup kita jadi turun drastis di mata masyarakat, kata "KAPAN, KAMU AKAN DI WISUDA? " menjadi lebih agak mendingan jika dibandingin kata "SARJANA KOK NGANGGUR". 

Memang sih saya baru beberapa bulan selesai kuliah tapi pedihnya sudah sangat saya rasain, ternyata benar kata orang-orang yang telah lebih duluan selesai kuliah, "cari kerja itu gak segampang kita cari upil". dulu saya selalu meragukan kata-kata itu karena banyak temanku yang cepat dapat kerja, yang ternyata dia punya monyet dekkeng (orang dalam) dibalik kesuksesannya. Huft".

Sebenarnya saya belum terlalu memprihatinkan karena baru beberapa bulan lulus dan menganggur, dibanding teman-temanku yang lulusnya udah bertahun-tahun yang lalu dan masih menganggur, sebagian juga melakukan pekerjaaan yang enggak sesuai dengan ijazahnya. Contohnya temanku namanya basri waktu ia kuliah IPK nya sekitar 3,8 tapi ia kesulitan mencari pekerjaan dan akhirnya memilih bekerja sebagai buruh bangunan yang gajinya hanya Rp. 70.000 perhari (*huft, sungguh miris). Dari basri kita bisa belajar IPK bukan penentu kesuksesan setelah kuliah tapi soft skill lah yang menentukan dan lagi-lagi dekkeng (orang dalam) *kamprett!!!

Padahal konon katanya, seorang sarjana memiliki masa depan yang cerah. bukan, bukan saya merendahkan orang yang tamatan SMA atau yang gak sekolah masa depannya akan suram, tapi ternyata kenyataannya gak gitu juga, bahkan lebih banyak sarjana yang pengangguran dari pada lulusan SMA. contoh sederhananya temanku namanya irsan ia lulusan SMA namun ia sukses berjaya di kota orang, bahkan gajinya berkali-kali lipat ngalahin gajinya basri yang sarjana dengan ipk 3,8.

Tapi untuk saat ini saya lebih memilih untuk menikmati hidup sebagai pengangguran meski gak nikmat-nikmat amat sih tapi setidaknya saya bisa santai dulu sebelum nantinya dapat kerjaan yang layak. Dibanding sibuk bekerja yang enggak sesuai dengan ijazah dan gajinya yang gak manusiawi mending nganggur dulu tapi kalo udah kepepet butuh duit yah mau gak mau pekerjaan apapun itu asal halal, sikat aja.


Semoga setelah posting uneg-unegku ini, saya sudah dapat pekerjaan dan saya bisa lagi bercerita banyak hal di blog ini, Amin !!!

Do'akan yah gaess :)