dulu saat ngekos dengan terpaksa saya harus merubah gaya hidupku menjadi sangat sederhana. Maklum lah, jauh dari rumah pasti bikin hidup jadi susah, makan juga susah apalagi dapat pacar juga tambah susah.

Dulu awal-awal ngekos, biar bisa tetap bertahan hidup saya dan temanku sirak berinisiatif buat jualan gambar atau sebutan kerennya sketsa wajah.

ide jualan ini muncul dari temanku sirak, dia yang mengajakku untuk jualan sketsa wajah. Sirak memang jago dalam hal menggambar apalagi untuk sketsa wajah sedangkan saya masih amatiran. dulu sih waktu SMP saya sering jualan gambaran seperti peta buat pajangan di kelas, gambar alat peraga dan gambar di dinding kamar. dulu lumayan 1 gambaran biasa dihargai Rp. 10.000-15.000. di tahun 2012 uang segitu sih sudah lumayan sekali buat jajan. 

Nah kata sirak, untuk sketsa wajah sendiri bisa seharga Rp. 50.000 per gambar. Waow sungguh peluang bisnis yang sangat menggiurkan. Selain mengasah hobi bisa juga dapat duit.


Kami sih gak terlalu ambisi buat bisa ngumpulin omset milyaran rupiah perbulan karena niat awal kami berjualan sketsa wajah hanya untuk bisa bertahan hidup selama ngekos. Sistem penjualan kami pun hanya lewat sosial media dengan cara pemesanannya sistem PO (pesan order). Jadi pembeli memesan dulu baru kami lukiskan. Lama pengerjaannya cuma memerlukan waktu sekitaran 6 jam sudah beres. Kebanyakan pembeli berasal dari teman-teman kami yang jomblo kronis, mereka memesan sketsa wajah gebetannya buat di santet hadiahi sebagai kado dan sekalian buat nembak *Modus dan gak modal memang. 


Jualan sketsa wajah itu menyenangkan, bayangkan Sekali menggambar kita bisa hidup ngekos selama seminggu dengan asupan mie instant sekardus dan telur satu rak yang bisa di bilang lebih dari cukup. Saya juga senang sekali ketika ada temanku yang mengapresiasi lukisanku "aku suka lukisannya, mirip banget dengan aku". Apalagi saat ada yang bilang "terima kasih yah berkat lukisanmu cintaku diterima sama doi". Kata-kata seperti itu langsung menghilangkan rasa bosan kami dan kembali bersemangat buat ngelukis. Jualan sketsa memang menyenangkan Namun seperti usaha lainnya pasti ada aja tantangannya.


1. Harga teman

Suatu hari ari memesan lukisan wajah mantannya, sketsa wajah yang seharga 50.000 dia bayar 20.000

"lah uangmu ini kurang ri" saya memberanikan diri bertanya dari pada gak bisa makan.

"yaelah, kamu sama teman begitu banget, diskon dong harga teman, ya kan". Ucap ari tanpa rasa bersalah

"masalahnya temanku ada banyak dan kalo temanku semua kayak kau bisa-bisa bangkrut saya. Justru kalo ada teman yang bikin usaha itu di support kalo bisa di lebihin lah uangnya itu baru namanya teman". Kataku pada ari.

Ari hanya mematungkan diri pura-pura budek.

2. Ngutang

Dulu saya suka sekali ngutang di kantin sekolah karena menurutku ngutang itu hal yang biasa. Namun setelah saya menjalani usaha jualan sketsa ini, ternyata di hutangi rasanya  menyebalkan. 

"aduh allu' saya lupa bawa uang" ucap ida saat mengambil sketsa wajahnya.

"oh, santai aja, kan ada hari esok. Besok aja di bayarnya". Jawabku dengan sok cool.

Dan sampai detik ini ida lupa buat bayar hutang nya, pengen banget saya tagih tapi takutnya saya di gosipin "itu fahrul lukisan murahan aja nagihnya sampe segitunya kayak milyaran aja tuh harga lukisan". Kenapa saya berpikir begitu karena pernah temanku nagih dia buat iuran kelas tapi gosipnya udah kemana-mana bahkan samai ke telinga dosen-dosen, ida memang begitu orangnya suka ngegosip. Jadi buat ida, kalo kamu baca postingan ini, ingat utangmu woi.

3. Gak mau bayar

Ini nih yang paling fatal, ini lebih kampret dari pada orang yang ngutang. Namanya agus, malam itu pesannya masuk melalui BBM messeger.

"allu' lukisanmu jelek, ima gak suka, dia nolak aku. Jadi saya gak usah bayar yah".

"oh, gitu ok i'm fine". Jawabku singkat Balas pesan dari agus.

Padahal kalo di pikir-pikir apa hubungannya di tolak gebetan dengan gak mau bayar. Tapi ya sudahlah, saya juga gak mungkin maksa dia bayar kalo enggak saya ambil lukisannya kembali, buat apa ya kan. 


Begitu lah nasib menjadi tukang gambar yang amatiran dan cemen dalam hal pemasaran, namun saya tetap bersyukur karena dari lukisan itulah saya dapat jajan selama satu semester saat awal-awal kuliah sebelum akhirnya memutuskan untuk berhenti. karena temanku sirak sudah mendapatkan pekerjaan yang lebih layak dan sibuk ngurusin kerjaannya jadi gak punya waktu lagi buat menggambar sketsa, saya pun demikian karena terlalu sibuk menggambar sketsa banyak tugas kuliahku yang terlantar dan akhirnya berakhir dengan nilai C. Maka dari itu saya memutuskan untuk gak PO lagi. 

Dari semua kejadian itu saya belajar satu hal, bikin usaha itu pasti ada aja tantangannya namun yang jelas saya senang menjalani itu semua.



Beberapa gambar sketsa yang masih tersimpan di ponsel



Belum jadi 


Belum jadi


pas nyobain pensil warna





Keren kan sayanya gambarnya