Perkenalkan aku Mangrove, Aku terlahir ke dunia dalam bentuk sebuah pohon yang akarnya tidak beraturan, biji yang berkecamba dipohon dan tumbuh di daerah yang berlumpur. Aku bersama dengan saudara-saudaraku seperti Rhyzophora, Bruguiera, Avicennia, Xylocarpus, Sonneratia dan  Phemphis Acidula, kami hidup dalam satu ekositem yang sering di sebut sebagai ekosistem mangrove. 


Aku menyediakan banyak hal bagi kalian. Berbagai bentuk Akarku mulai dari akar gantung, akar papan, akar nafas dapat membersihkan air dari racun dan kotoran, akarku menangkap mereka sehingga air bersih dapat mengalir ke desa dan ke laut lepas. Selain itu akarku juga berfungsi sebagai rumah dari biota bawah laut, seperti ikan, udang, kerang dan kepiting. Akarku juga sangat kuat sehingga aku tidak mudah tumbang walau terkena ombak air laut yang cukup besar. hal itu membuatku mampu melindungi kalian dari terpaan badai dan gelombang yang dapat membahayakan nyawa kalian.


Kayuku dapat kalian jadikan sebagai bahan bangunan, makanan ternak, hingga obat-obatan. Daunku menghasilkan oksigen yang melimpah lebih dari yang kalian butuhkan. Semua itu untuk kalian tapi sayangnya kalian mengabaikan itu. bahkan kini separuh dari ekosistemku sudah kalian babat untuk di jadikan pemukiman, kawasan industri dan pertambakan hanya dengan alasan desakan perekonomian. Memangnya seberapa banyak harta yang kalian inginkan sehingga kalian harus merusak ekosistemku ?


Aku masih ingat sebuah kejadian beberapa tahun silam, saat itu di suatu hari yang tidak cerah, sebuah tragedi terjadi, tanah seakan bergoyang, suara teriakan terdengar dimana-mana, aku menyadari ini adalah sebuah gempa bumi. Tak lama sehabis gempa, gelombang air laut yang cukup besar pun datang merusak perkampungan, tambak mereka, sekolah hingga tempat tinggal mereka. Semua hancur kecuali aku dan pemukiman di sekitarku. Yah aku memang dapat mengurangi dampak kerusakan akibat badai dan gelombang karena aku memiliki perakaran yang khas yang mampu meredam energi gelombang tsunami dan memecah gelombang laut sehingga dapat melindungi kawasan pemukiman yang ada di dekatku.


Ketika semua itu sudah terjadi mereka baru menyadari bahwa aku benar-benar dapat menjadi pelindung pantai dan dapat memperlambat perubahan iklim.

hari-hari selanjutnya Mereka pun mulai memperhatikanku, aku tidak lagi dirusak, tak lagi di jadikan tempat pembuangan sampah. malah mereka membuat program rutin menanam dan merawat hutan mangrove tiap tahunnya, aku mulai tersenyum, semoga mereka benar-benar menyadari betapa pentingnya aku dalam kehidupannya. 




Postingan Ini Diikutsertakan dalam lomba karya tulis wriindonesia dan AJI JAKARTA dengan tema "aku dan mangrove" dan "mangrove untuk masa depan".