masalah perasaan

Sudah lima bulan kita menjalani hubungan, tapi aku masih belum bisa melihat warna di matamu, aku masih belum bisa menemukan kecocokan diantara kita.  meski selama ini kamu begitu baik kepadaku, aku masih ingat setiap hari saat ke kampus kamu selalu mengantar dan menjemputku, setiap kali kita makan di kantin kau selalu mentraktirku, setiap hari kau selalu memberiku kejutan dan yang paling mengejutkan saat kau mengungkapkan perasaanmu di depan semua teman-temanku.

Jujur kamu cukup tampan untuk seangkatanmu dan ketampananmu berlipat saat kau menaiki motor KLX mu itu. namun tentu saja bukan karena itu aku menerimamu.

Selain karena sering di panas-panasi oleh teman-teman, aku juga menerimamu karena kamu begitu baik kepadaku dan juga keluargaku. Walaupun perasaanku ke kamu biasa-biasa saja seperti sayur tanpa garam.


"kita jalani saja dulu, kalo nantinya kamu gak nyaman, kita bisa kembali menjadi teman" katamu waktu itu.


Jalani saja dulu, Tentu saja mungkin dengan cara itu sebentar lagi aku bisa jatuh cinta kepadamu.

Di bulan pertama semua terasa manis, kau banting tulang kerja siang dan malam di proyek ayahmu dengan perhitungan tahun depan kau sudah dapat melamarku dan itu membuatku melayang. Aku rasa kau begitu pekerja keras dan serius menjalani hubungan kita.

Di bulan ketiga kamu sudah bisa membuka usaha sendiri, menurut perhitunganmu 2 atau 3 tahun kedepan kamu sudah jadi pengusaha bakso goreng termuda di mamuju walaupun dengan bantuan ayahmu namun entah mengapa ekspektasi seperti itu belum bisa menumbuhkan perasaanku yang lebih kepadamu.

Memasuki bulan ke empat kau mulai menunjukan sifat aslimu, sebenarnya aku sudah merasakan ini dari kemarin-kemarin, kupikir kamu akan berusaha untuk memperbaiki sifat burukmu itu, ternyata kamu masih sering sekali marah-marah dan kau makin cemburuan bahkan cemburu buta.

Tapi aku belajar memahamimu karena aku yakin kamu punya alasan yang kuat di balik semua itu. Pelan-pelan aku sudah membatasi diriku dengan temanku yang cowok, semua akun cowok di medsosku pun sudah aku block itu demi menjaga perasaanmu. Di dalam kamar kost, di tengah kegabutan aku biasa Googleing "cara memahami pacar posesif" atau "tips merubah pacar posesif".

Memasuki bulan ke lima kamu semakin tambah posesif, saat itu kebetulan yang antar aku ke kampus itu kak baskara kakak iparku, tapi kamu dengan rasa cemburumu malah menghajar kak baskara dan pada akhirnya kamu yang bonyok.

Hari ini, di surat ini, aku ingin mencoba untuk menyudahi hubungan kita untuk selamanya, bukan karena kamu sering cemburuan atau marah-marah, menurutku kebaikanmu selama ini sudah 1 paket dengan sifat posesifmu itu dan aku masih bisa menghargai itu karena mungkin suatu saat nanti kau bisa berubah, bukan juga karena kehadiran orang ketiga tapi karena aku menyadari bahwa aku tak pernah memiliki perasaan sedikit pun ke kamu, bahkan saat kamu memegang tanganku tak ada sedikitpun geteran yang aku rasakan, saat aku mendengar namamu semuanya seperti biasa-biasa saja dan  setelah lima bulan kita menjalani hubungan ini aku baru menyadari bahwa masalah perasaan memang gak bisa di paksakan.

Posting Komentar

5 Komentar