sudah lama rasanya saya tidak merasakan yang namanya pacaran. Terakhir kali pacaran setahun yang lalu dan setelah enggak pacaran lagi, hari-hariku berubah drastis, awalnya terasa aneh, karena semua kebiasan-kebiasaan kita terakhir kali berganti dengan kebiasaan-kebiasaan baru, dulu makan ada yang ingatin, bangun ada yang ucapin, ngutang ada yang bayarin, PUP ada yang cebokin (*eh sorry jorok) dan masih bangak lagi yang berubah dari hidupku setelah enggak pacaran-pacaran lagi.
Senangnya setelah gak pacaran lagi saya jadi merasa lebih bebas, tidak ada lagi makhluk aneh yang mengekang untuk di prioritaskan dan yang paling penting tidak ada lagi dosa yang enggak perlu untuk dilakukan. Itu yang membuat saya bersikeras untuk tidak pacaran lagi.
Namun belakangan ini muncul istilah pacaran syari'ah, dimana pacaran yang ini, dirancang secara islami yang bertujuan menjalin hubungan cinta tanpa menggunakan fisik untuk saling mengenal sebelum akhirnya menikah. tapi menurut saya ini hanya akal-akalan kaum muda-mudi saja agar pacaran syari'ah ini mudah diterima di masyarakat atau mungkin ingin menyesuaikan dengan aturan dan syariat islam yang berlaku, saya juga kurang tau. Tapi rasanya sangat keliru ketika membawa nama-nama agama. karena apapun namanya, pacaran memang dari dulu tidak diizinkan bahkan bertentangan dengan syariat islam.
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan seburuk-buruk jalan”. (Al Isra’ [17] : 32).
Saya rasa ayat ini sudah sangat jelas menunjukkan larangan mengenai pacaran.
Temanku pernah berkata "Tapi kan, kami pacaran untuk motivasi saja agar belajarya semangat dan kami juga enggak pernah jalan berduaan apalagi bersentuhan secara fisik."
Ya andaikan memang betul tidak ada aktifitas fisik yang terjadi tapi kan saling menatap dan keduanya menikmati. Kalaupun tidak saling menatap pasti saling komunikasi baik langsung, telepon atau lewat chat dan pasti telinga dan hati menikmati bahkan sampai membayangkan. Karena pada dasarnya zina gak selamanya lewat fisik, mendengar atau membayangkan saja melakukan sesuatu yang membangkitkan syahwat, baik dengan lawan jenis maupun dengan sejenis itu semua sudah dapat dikatakan zina.
“Mata itu berzina, hati juga berzina. Zina mata dengan melihat (yang diharamkan), zina hati dengan membayangkan (pemicu syahwat yang terlarang). Sementara kemaluan membenarkan atau mendustakan semua itu.” (HR. Ahmad 8578).
Sabda dari yang mulia nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini sudah sangat jelas maksudnya.
Tidak ada pacaran dalam islam apapun namanya kecuali pacaran setelah menikah, hanya dengan menikah, anda bisa pacaran. Dalam hadis dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
"Kami tidak mengetahui adanya solusi bagi orang yang saling mencintai selain nikah. (HR. Ibnu Majah 1847 dan dishahihkan al-Albani)".
Jadi, jika mau pacaran menikahlah dulu, tapi sebelum menikah kita harus punya bekal iman, takwa dan tentunya uang, karena modal cinta aja enggak cukup bagi calon mertua.
0 Komentar