Cincin Nenek Ruluka


Kakek itu hanya tersenyum, matanya berkaca-kaca setelah melihat rumah mewahnya di babat habis oleh kawanan perampok saat mengungsi pasca gempa, mobil, sepeda motor, perhiasan, uang semuanya tidak ada yang tersisa. wajar saja, kakek sebatang kara itu meninggalkan rumahnya dalam keadaan terbuka, gempa berkekuatan 6.9 sr. Itu membuat semua orang meninggalkan rumahnya dan memilih untuk mengungsi.

"mengapa kakek tidak bersedih harta kakek habis dijarah?" tanya joko, asisten yang bekerja bersama kakek sugiono sebulan belakangan ini. Kakek sugiono memang sering gonta ganti asisten. Asisten terakhir berhenti karena terkena penyakit yang bahkan dokter pun tak mengetahui penyakitnya apa, namun asisten itu sering mengeluh sakit di bagian jantungnya.

Di depan rumah mewahnya sambil memandang lantai 3 rumahnya kakek itu hanya menjawab " harta bisa di cari lagikan ?" lalu kakek itu tersenyum dengan begitu lebar hingga gigi emasnya kelihatan.

Joko merasa ada yang aneh dengan kakek yang sudah berusia 83tahun itu. "cara kakek mendapatkan semua harta ini bagaimana yah, dan mengapa kakek masih sendiri padahal harta, keteranan kakek sudah punya?" tanya joko dengan wajah yang begitu penasaran, remaja 20 tahun itu penasaran dengan kunci sukses kakek sugiono 63tahun silam.

"aku gak tau ini bisa di sebut kunci sukses atau bagaimana tapi aku gak bisa beritahu kamu nak" jawab kakek sugiono sambil melihat kearah joko,

Joko memelas, "aku mohon kek, beritahu aku, aku ingin buktikan ke orang-orang di kampungku bahwa aku juga bisa sukses di kota".

Mendengar kata-kata itu kakek sugiono teringat dirinya 64tahun yang lalu saat dirinya selalu di pandang sebelah mata oleh keluarga dan orang-orang di kampungnya, menjadi pengangguran adalah hal yang sangat memalukan bagi masyarakat di kampungnya, dan sugiono muda adalah seorang pengangguran.

"baiklah akan aku ceritakan, tapi setelah aku ceritakan demi apapun kamu gak boleh cerita lagi kesiapa-siapa".

Joko mengangguk dan tersenyum sambil menyodorkan jari kelingkingnya "iya janji kek".

Kakek sugiono menelan ludah dan menghela nafas yang panjang. Dan berkata "begini ceritanya"

******

Dulu aku tinggal di kampung terpencil sebelah timur dari mamuju, di sana saya mempunyai sahabat bernama muslim, muslim adalah tetanggaku, ia tinggal bersama dengan neneknya sejak ia masih kecil ayah dan ibu nya meninggal saat perjalanan merantau ke malaysia, di kampung ia di kenal sebagai anak yang nakal, tapi aku tetap berteman dengannya. kami bersahabat sejak jaman SD Hingga kami lulus SMA, setahun setelah lulus SMA bapakku mengalami kecelakaan kerja di tempat proyek dan itu memaksaku jungkir balik mencari uang untuk menyambung hidup keluargaku, ditambah lagi hutang yang bapak tinggalkan begitu banyak. Susahnya mencari kerja membuatku terpaksa untuk beralih kejalan yang salah.

 "kamu tau kan nenek ruluka" tanya muslim.

"tahu." jawabku, Dengan singkat.

Semua tahu nenek ruluka, seorang Perawan tua yang hidup sebatang kara Dan Terkenal akan hartaNya yang melimpah.

Dengam wajah yang serius muslim berbisik "malam ini, Target kita rumah nenek ruluka".

Aku hanya mengangguk.

*****

Malamnya aku dan muslim memasuki rumah mewah itu dengan memanjat melalu belakang rumahnya, ini adalah sebuah rumah 4 lantai yang begitu besar yang belum pernah saya lihat sebelumnya,

Ketika kami mulai memasuki pintu bagian belakang, perasaan sesak mulai terasa, jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya, wajar ini pertama kalinya aku merampok,

Aku dan muslim menaiki lantai ke2, di sana terlihat lemari dari Besi, kami pikir itu adalah brangkas uang dan emas. Muslim mencoba merusak kunci lemari itu dengan Linggis yang kami bawa, namun dia kesulitan. Kami butuh Banyak waktu untuk membobolnya.

"WrrkhaaaaaaAAAA..." nenek ruluka Berteriak melihat kami Yang sedang merusak pintu lemarinya. Karena panik dan cemas akan ketahuan warga, sontak bilah pisau yang aku pegang mendarat di tenggorokannya, nenek ruluka Pun ambruk, Hitungan detik nyawanya pun lenyap.

Aku dan muslim Membisu sejenak.

Di heningnya ruangan itu, kami melihat dengan samar-samar ada sosok berbaju putih dengan rambut Gondrong berduri melayang keluar dari Cincin batu nenek ruluka, pelaN sekali, namun perlahan mulai Tampak jelas, sosoknya wanita dengan mata yang merah semua, wajah penuh dengan luka sobek yang membuat tengkoraknya kelihatan, tangannya lebih panjang dari pada kakinya  dan mulutnya mengeluarkan darah hitam yang Sangat pekat, bau melati campur belatung pun kian tercium sangat kuat.

Muslim yang juga melihat sosok itu berlari meninggalkan aku sendirian. Aku hendak ingin berlari namun badai ketakutan membuat kakiku seperti lumpuh. Aku gemeteran, keringat begitu deras membasahi tubuhku. Detak Jantungku sudah tak beraturan. Aku rasa aku akan mati di tangan makhluk abstral ini.

Sosok itu bergerak ke arahku, hampir menempelkan wajahnya dengan wajahku, hawa dingin langsung terasa, bau Bangkai pun Kian  terasa menusuk hidungKu, Pasti ini hantu yang tidak pernah mandi, pikirku.

"Halo tuanku"  kata sosok itu.

"Tuan?" Tanyaku dengan nada yang gemeteran.

"kau telah membunuh tuanku, jadi kau adalah tuanku yang baru" kata sosok itu sambil tertawa

"kalo aku gak mau?" Kataku memberanikan diri

Dia kembali tertawa "aku akan menyedot jantungmu, menghabiskan darahmu secara perlahan-lahan, Kau akan merasakan sakit Lebih sakit diatas kesakitan itu sendiri Dan Aku akan melumat nyawamu secara perlahan-lahan saja, ummmmmhh " dia menutup matanya, sambil membayangkan sesuatu yang nikmat. "Itu adalah cemilan yang aku suka."

 

Aku menelan ludah, "terus? Apa yang kau ingin dariku?"

"aku ingin makan"

"sesajen ?"

"Bukan, aku hanya Memakan orang yang memiliki cinta, mereka yang dekat dengan tuanku, aku suka, aku suka, dari teman mereka, orang tua mereka, keluarga mereka, Aku akan bertengger di jantungnya, Perlahan-lahan mereka akan sakit Yang tak jelas hingga Mereka mati, Dengan keadaan mulut terbuka dengan lidah yang keluar mengeluarkan darah yang pekat, Sungguh lezat aku suka.

Aku begitu takut "kasihan dong keluarga dan temanku Mereka akan menderita dan tidak akan ada yang tersisa?".

Dia kembali tertawa "Jangan khawatir sebagai gantinya aku akan memberikanmu harta yang melimpah, Kau akan kaya raya, semua mimpimu akan jadi kenyataan hingga kau tak perlu lagi bermimpi, hidupmu akan sempurna tuan. Itulah mengapa nenek ruluka memelihara aku."

*****

Joko masih terus Mendengarkan cerita, joko memegang dadanya Merasa seperti ada sesuatu yang menari-nari di inti jantungnya, ia mengerti Sakitnya ini bukan tanpa sebab, ia yakin Roh penunggu cincin batu itu sudah Hinggap di dadanya, dia pun berlari Ketakutan.

Kakek sugiono tertawa "dasar roh yang kelaparan".

Posting Komentar

4 Komentar