Penyesalan Dalam Lipatan

 


Tadi, aku singgah kehatimu rupanya telah berpenghuni

yah meski hanya mengintip tampak jelas kau bahagia bersamanya

dan bodohnya sampai detik ini aku masih menyimpan perasaan yang sama

tetap mencintai meski kau sudah dengan yang lain

aku jadi iri, kepada dia yang selalu mampu membuat bibirmu tersenyum tidak seperti aku yang slalu membuat hujan di matamu menetes

namun di hatiku masih engkau yang menguasainya walau di hatimu bukan lagi aku pemenangnya

penyesalan seakan setia menemaniku, melumat hatiku yang telah bodoh melepaskanmu

tetapi sudahlah, melihat kejadian tadi aku senyum sendiri sudah saatnya penyesalan ini kulipat rapi-rapi kedalam lemari

sudah saatnya aku iklas mengiklaskanmu


Posting Komentar

0 Komentar