Pacarku, Budakku

Di jaman sekarang, pacaran sudah kayak hal yang wajib buat di lakuin, kalo kalian jomblo, kalian seperti punya banyak aib dan siap-siap deh di hina tiap hari. 

Karena itulah Banyak yang mengatakan lebih baik mati dari pada gak punya pacar *waduuh mengerikan juga rasanya jika punya prinsip kayak gitu. Namun Kondisi seperti ini membuat banyak remaja  rela melakukan apapun demi mendapatkan pacar, hingga tak jarang banyak remaja yang akhirnya di perbudak oleh cinta.

Padahal yang membuat pacaran itu menjadi bahagia kan ketika pasangan itu saling mencintai, bukannya di peralat.

Tapi kasus seperti ini memang nyata dan banyak terjadi di sekitarku Contoh dekatnya adalah temanku,  Namanya amin, iyya namanya amin dia memang lahir setelah acara do'a bersama dirumahnya jadi bapaknya memberikan dia nama amin, ia orangnya tinggi besar, cukup religius dan punya wajah yang lumayanlah kalo habis mandi. Tapi menurutku sih, amin ini jatuh cinta kepada orang yang salah, ia pacaran dengan wanita yang bernama wara yang manja, egois dan agak sange'an.

Menurutku Semenjak ia pacaran dengan wara, amin berubah drastis, ia seperti gak menjadi dirinya sendiri, ia  menjadi sering melamun jika lagi gak sama pacarnya, hal ini membuat ia jarang kumpul dan  seakan melupakan temannya, padahal sebelum pacaran ia sering banget gabung untuk sekedar bercanda dan tertawa bersama.

ia juga mengorbankan tugas kuliahnya demi memprioritaskan pacarnya, disaat teman-temannya sudah pada pergi penelitian bahkan sudah ada yang diwisuda, ia proposal saja masih belum jalan, katanya ada yang lebih penting dari pada skripsi.

Selain itu pengorbanan lainnya ia sering banget manjain pacarnya seperti memberikan barang dan nraktir tiap hari yang membuat dompetnya mengalami kemarau, anehnya dia merasa itu perbuatan yang romantis padahal saya liatnya lebih terkesan miris.

Dan paling parahnya lagi dia rela di suruh-suruh sama pacarnya bahkan untuk sesuatu yang sebenarnya gak begitu ia sanggupi, pernah suatu pagi saat amin lagi banyak kerjaan tiba-tiba pacarnya nelfon untuk di jemput dan diantar, gak masalah sih soal antar jemput karena itu adalah tanda kepedulian, yang jadi masalah adalah jaraknya amin dan pacarnya ini beda kabupaten, beda kota jarak antara rumahnya kurang lebih 150km lah, saat amin menolak dengan alasan ada kerjaan yang gak bisa ditinggalkan, di sinilah kelicikan seorang wanita muncul, ia langsung tiba-tiba kena penyakit magh dan harus dijemput bede' (katanya) kalo enggak kan ada sesuatu yang buruk yang kan terjadi, sungguh akting yang luar biasa kayak artis indosiar aja let to the bay lebayy. Akhirnya amin pun meninggalkan pekerjaan rumahnya dan mengambil motor kesayangannya untuk menjemput si wara. Udah bela-belain jemput dia dengan menempuh hampir sekitar 150km lebih. sesampainya disana bukannya di suruh duduk, ngopi sambil istirahat dulu tapi malah di suruh langsung otw lagi, ekhmm jadi gak ada bedanya dengan tukang ojek dong *upss beda dong tukang ojek kan di bayar.

Di perjalanan mengantar, tiba-tiba mereka pun di guyur hujan yang sangat deras, seperti menandakan bentuk perintah pacarnya itu sudah melebihi batas, sudah melanggar pri kepacaran bahkan semesta pun gak menerimanya.

Bukan hanya itu masalahnya, setiap pacarnya minta sesuatu dan gak di turuti, ekhmm siap-siap dehh, ancaman-ancaman mengerikan akan keluar dari bibirnya yang manis, *loh kok saya tau klo bibirnya manis,, hemmm enggak, saya gak pernah nyium dia kok, cuma nebak-nebak aja hihi,.

Lanjut ke cerita, nah disaat seperti itulah kekejaman seorang cewek bisa dilihat melalui mata yang bugil. Tapi lagi-lagi cinta itu buta, amin buta untuk melihat kekejaman seorang wanita yang ia cinta, jika sudah cinta semua keburukannya gak akan bisa terlihat, disitulah gunanya teman untuk menjadi matanya ketika indra penglihatannya sudah di rebut oleh pacarnya. Tapi tidak, indra pendengarannya pun sudah bukan punya dia juga, karena semua nasehat untuk menyadarkan dia hanya di balas dengan senyuman dan tatapan yang seakan berkata "tau apa kamu soal cinta?? iri bilang boss, kalo jomblo gak usah banyak bacot". Saya rasa mending jomblo deh dari pada punya pacar tapi diperalat. 


Sebenarnya masih banyak lagi pengorbanan yang ia lakuin demi pacarnya, entahlah dia juga sudah jarang cerita, mungkin karena dia tak ingin lagi di beri masukan oleh kaum jomblo. Tapi terlepas itu semua saya suka terharu melihat ia begitu luar biasa bahagia ketika bersama pacarnya sekaligus saya prihatin jika ternyata benar pacarnya hanya memanfaatkan dia dan meninggalkannya suatu saat nanti.

Menurut kalian apakah semua yang dilakuin amin ke pacarnya merupakan perbuatan hina bucin atau perlakuan yang wajar spesial ?? Dijawab yah di kolom komentar :)


Posting Komentar

4 Komentar

  1. Setiap yang dicintai dengan cara yang salah, maka akan menghasilkan perasaan yang salah pula. Kasihan, memang kalau sudah cinta apapun jadi indah.

    BalasHapus
  2. Iya bang, semoga kita semua di jauhi dengan kasus mengenaskan seperti yang diatas ckckck

    BalasHapus
  3. Amin siapa ini fahrull ee?? 🤣

    BalasHapus