Pernah di suatu sore saya dan kedua temanku hamsa dan ardi menikmati senja di atas gedung itu. Keduanya asyik berfoto-foto dengan background sunset ala-ala anak indie tapi saya lihatnya sudah kayak anak alay saja. Sejam kemudian matahari pun tenggelam dan suara-suara mesjid pun sudah terdengar dari kejauhan. kami pun memutuskan untuk balik ke kosan untuk istirahat.
Sepanjang menuruni tangga kami di kagetkan dengan suara yang aneh, seperti suara orang yang merintih kesakitan. Namun tidak jelas sumbernya dari mana.
"suara apa itu?" tanya hamsa sambil menghentikan langkah kami berdua.
"ah ngak ada apa-apa" jawabku sambil mengajaknya kembali berjalan, tak ingin berpikir macam-macam.
"konon katanya ini kampus baru memang sering muncul penampakan di malam hari" kata ardi.
Entah cerita itu benar atau tidak, yang jelas isu itu sudah banyak yang membenarkan. kami berniat untuk membuktikan isu yang sudah tersebar di kalangan mahasiswa itu. Kami merasa aneh, padahal langit belum sepenuhnya gelap masa iyya sudah ada hantu di tempat ini tapi emang sih waktu magrib memang jadwal favorit jin dan setan berpindah dari alam gaib ke alam nyata.
Hampir sekitar 20 menit kami melirik kesana kemari jalan kesana kemari di sepanjang kampus baru, anehnya ngak ada lagi suara yang terdengar sampai suasana benar-benar menjadi gelap.
Gak lama kemudian suara itu kembali muncul tapi dengan volume yang agak keras dari sebelumnya, aku sendiri jadi merasa takut namun kedua temanku malah mencari sumber suara itu kembali.
Ternyata suara itu berasal dari ruangan kelas HP11. Saya hanya bisa menelan ludah berkali-kali sambil menguntit di belakang ardi.
Pintu kelas itu tertutup sangat rapat sulit untuk di buka seperti ada sesuatu yang menahannya dari dalam.
Hamsa pun menaiki sebuah kursi dan mengintip lewat jendala yang belum ada kacanya, ia melihat sesuatu yang aneh di pojok kelas namun ia tidak tahu apa itu karena didalam sangat gelap.
ia semakin memperhatikan sehingga benda itu perlahan mulai nampak dengan jelas. Ada sosok berbaju putih tiduran dilantai, bentuknya belum jelas tapi ia melihat sosok itu bergerak naik turun dengan pelan-pelan sekali seirama dengan suara rintihan yang semakin merintih.
Hamsa mengeluarkan handphone dari saku celananya dan mulai menyalakan senternya.
Dia hanya terperanga dengan apa yang dia lihat.
"Hoe berani-beraninya kalian mesum di jam segini". Teriak hamsa kepada pasangan yang ada di hadapannya.
"memangnya ada jam tertentu untuk berbuat mesum?" tanyaku dalam hati.
Sontak aku dan ardi pun mengambil kursi untuk dapat mengintip masuk dalam ruangan itu. Sialnya pasangan itu sudah lari lewat jendala yang ada di arah sebelahnya. Mereka berlari sambil merapikan celananya yang melorot.
22 Komentar
Seru gan
BalasHapusOhiyadong
HapusPastinya 😉
HapusSeru gan nice
BalasHapusMantap
BalasHapusMancing mania
HapusKeren blog nya
BalasHapusKirain saya yg keren wkwkwk
HapusKok Mantap ya??
BalasHapus😂😂
Istigfar bang hhh
HapusSilakan Berkunjung Gan
Hapushttps://novelindiekami.blogspot.com/2021/04/keteguhan-harapan.html?m=1
Ihh mantep nih
BalasHapusAstaga, saya udah tegang banget bacanya. Berpikir kalau-kalau itu adalah genderuwo atau kuntilanak. Ternyata...
BalasHapusGokil..
Anggap saja sbuah pelajaran kalo menilai sesuatu itu jgan hanya melihat dr judulnya wkwkwk
HapusSerem juga , melihat dosa di depan mata, wkwkwkw
BalasHapusdosa yg menyenangkan wkwkwk
HapusUwuwwwu ....., usah bikin deg-degan nyekrol.layar ke bawah nglanjutin cerotanya bakalan lihat hantu apaan ...., ternyata .. ada adegan ena ena ..., Hahaha.
BalasHapusRintihannya mendesah ngga sih, mas ?, eh* ðŸ¤
Hahaha itulah gak heran bang, film horror indonesia lebih bnyak enak2nya dr pada nyereminnya
HapusWaduh ngakak sumpah
BalasHapusMasa? Padahal ceritanya seram loh wkwk
HapusSontak saya istigfar baca akhir2nya, wkw
BalasHapusBanyak istigfar memang bagus mbak wkwkwk
Hapus