Hutan Mangrove, itu penting


Sebagai mahasiswa kehutanan di salah satu universitas di sulawesi barat saya gak pernah bosan buat ngabisin waktu di hutan mangrove. Hutan mangrove baluno namanya, hutan mangrove yang sudah ada sejak lama dan pernah menyelamatkan 3 desa disekitarnya dari gelombang tsunami di tahun 1962 silam. Saat ini hutan mangrove tersebut sudah dijadikan tempat wisata dan menambah penghasilan masyarakat di sekitar hutan mangrove.

Bagiku hutan mangrove bukan hanya sebagai tempat wisata atau tempat orang pacaran, tapi bagiku hutan mangrove juga sebagai tempat tinggalnya burung-burung, tempat hidup biota laut, penahan abrasi pantai bahkan tempat para couple berfoto-foto mesra yang menurutku itu alay banget #jomblosirik.

Bukan cuma orang yang punya pasangan, jomblo ataupun tidak suasana hutan mangrove selalu romantis,  rimbun daunnya, nyanyian burung-burung diatas pepohonan dan baunya yang khas membuat hutan mangrove menjadi spesial. merasakan itu semua biar gak mandi perasaan tetap terasa seger. Hutan mangrove selalu membuatku tenang, Hampir sama tenangnya saat mendengar gebetan bilang, “Aku Juga sayang sama kamu".


namun di indonesia masih banyak yang berpendapat bahwa hutan mangrove adalah tempat yang kotor, tempat berkembangbiak nyamuk Dan perkembangbiakan berbagai serangga yang dapat menyebarkan bibit penyakit. Sehingga banyak terjadi  penebangan dan kerusakan ekosistem hutan mangrove. Terbukti hutan mangrove di indonesia di tahun ini mencapai sebanyak 3.490.000 Ha. Waow kenyataan itu bener nyakitin hati, hampir sama sakitnya di putusin pacar dengan alasan "kamu terlalu baik buat aku". #Sakitmen #ngemutboncabe


Seandainya semua masyarakat tau betapa bermanfaatnya hutan mangrove bahkan hampir gak ada kekurangannya itu pasti hutan mangrove gak bakalan di rusak dan seluruh pesisir pantai di indonesia bakal hijau di tumbuhi mangrove. Oke, buat yang belum tau manfaat yang sebenarnya saya akan ngasih tau kepada kalian tanpa bermaksud menggurui. #cekidot.


1. wilayah pantai tetap stabil  

Perakaran dari tanaman mangrove dapat menjaga wilayah tepian pantai tetap stabil. Ombak yang menghantam bisa ditangkal oleh akar-akar tanaman mangrove yang mencuat ke permukaan sehingga pantai terhindar dari pengikisan (abrasi).


2. Penyedia nutrisi bagi makhluk hidup di sekitarnya 

Keberadaan hutan mangrove dapat memberikan nutrisi kepada biota bawah laut yang hidup di perairan hutan tersebut. Tak hanya itu, hutan bakau dapat memberi mereka perlindungan dari hewan pemangsanya.


3. rantai makanan

Daun-daun bakau yang rontok atau jatuh akan masuk ke air dan diuraikan oleh mikroorganisme yang berupa bakteri atau jamur agar tidak menjadi penyebab pemanasan global. Hasil dari penguraiannya adalah makanan bagi larva dan hewan-hewan kecil di sekeliling hutan bakau. Hewan kecil dan larva tersebut dapat menjadi makanan hewan lebih besar yang habitatnya juga di sekitar hutan bakau.


4. Menambatkan kapal

Ketika cuaca buruk terjadi, pohon bakau dapat menjadi pelindung bagi kapal yaitu dengan cara mengikat kapal ke batang bakau. 


5. Sebagai filter air bersih

Akar yang mencuat ke permukaan (akar tunjang) tidak hanya berfungsi sebagai alat pernapasan pohon bakau, tetapi juga mampu menyaring zat-zat kimia, polutan, endapan yang terkandung dalam air laut sehingga menjadi jernih dan bersih. Air sungai yang masuk ke laut kebanyakan membawa berbagai macam sampah yang menjadi penyebab banjir dan zat kimia. Dengan adanya hutan atau pohon-pohon bakau dapat menjadi benteng agar air asin tidak merembes jauh ke daratan sehingga kebersihan air di pantai akan tetap terjaga


6. Bahan makanan 

Beberapa jenis mangrove bisa dijadikan sebagai bahan makanan, seperti daun pohon api-api yang masih muda dapat diolah menjadi sayur. Sedangkan daun lain dari api-api bisa jadi pakan ternak. Walaupun Buahnya pahit tapi bisa juga dikonsumsi bila dimasak dengan baik dan hati-hati. Nektar bunga api-api dihisap oleh tawon-tawon dan dapat menjadi madu.


7. Bahan bakar dan bangunan 

karena sifat kayunya yang tahan air dan kokoh membuat kayu dari tanaman mangrove sangat cocok sebagai balok konstruksi rumah dan Kayu pohon mangrove juga bisa dipakai sebagai kayu bakar atau arang. 


8. Obat 

Tanaman mangrove juga dapat loh dijadikan sebagai bahan obat-obatan. Seperti mengobati radang kulit dan gatal-gatal. Mangrove ini juga bermanfaat mengatasi gangguan pencernaan, rheumatik, dan gigitan ular.


9. Objek wisata

Keindahan hutan mangrove yang dikelola dengan baik dapat menjadi destinasi wisata yang menarik dan menambah penghasilan masyarakat di sekitar hutan mangrove.


10. Membantu perekonomian masyarakat sekitar pantai 

Salah satu contohnya adalah membuat makanan dari buah mangrove (seperti cake mangrove) sehingga buahnya tidak terbuang sia-sia, tetapi bisa diolah untuk membantu ekonomi warga sekitarnya. Kalau di desa saya sendiri buah dan daun mangrove diolah menjadi kerupuk, sirup, kopi dan dodol mangrove.


11. Penyimpanan Karbon

hutan mangrove mempunyai kemampuan menyerap karbon dengan kecepatan dua hingga empat kali lebih besar dari hutan tropis dewasa dan menyimpan tiga hingga lima kali lebih banyak karbon per area setara daripada hutan tropis” seperti hutan hujan Amazon. Ini berarti bahwa melestarikan dan memulihkan hutan mangrove sangat penting untuk memerangi perubahan iklim, pemanasan iklim global yang dipicu oleh peningkatan emisi karbon, yang telah menimbulkan dampak bencana bagi masyarakat.


12. Berlindung dari Badai

Tanaman mangrove juga dapat menjadi penyangga yang melindungi tanah dari kerusakan akibat angin dan gelombang. Tempat-tempat mangrove ditebang untuk tambak udang jauh lebih rentan terhadap badai siklon dan gelombang pasang yang merusak.


Semoga kalian gak salah nangkap maksud dari penjelasan singkat diatas dan semoga dapat membuat kalian mengerti betapa pentingnya hutan mangrove bagi peradaban umat manusia. 

Oleh karena itu mari kita bersama-sama menjaga bumi alam kita termasuk hutan mangrove, jangan cuman sekedar mengagumi keindahannya. Oke !! Salam Lestari.


*Postingan Ini Diikutsertakan dalam lomba karya tulis wriindonesia dan AJI JAKARTA dengan tema "aku dan mangrove" dan "mangrove untuk masa depan".

Posting Komentar

53 Komentar

  1. Oh, baru tahu kalau ada bagian dari tumbuhan mangrove bisa dijadikan sayur. Terima kasih telah berbagi pengetahuan, ananda Fshrul. Selamat siang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyya bu nur, pasti taunya daun mangtove hanya buat makanan sapi atw kambing yah hehe

      Hapus
  2. Oh ternyata mangrove juga bisa dijadikan sayur, kirain pohon bakau cuma buat bahan bangunan saja.

    Di daerah Brebes juga ada tempat wisata hutan bakau, tiketnya 25 ribu per orang, lumayan jadi sumber pendapatan masyarakat sekitar.

    Hutan mangrove juga bisa menyelamatkan dari tsunami ataupun badai ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waow lumayan juga yah tiketnya,, kalau di sini hanya 3rb rupiah per orangnya kak gus

      Iyyaa fungsi paling ngetrend nya memang mangrove sebgai tanggul penahan tsunami

      Hapus
  3. Banyak sekali manfaat dari hutan mangrove ya Fahrul.


    Saya rindu dengan hutan mangrove. Waktu saya kecil dulu, tahun 80-an di pesisir barat Sulsel, kalau saya mau ke kampung bapak di Kabupaten Soppeng, kami melalui hutan mangrove yang tersebar dari Maros sampai ke Pare-pare tapi makin lama, hutannya habis.

    Senang baca tentang ini, di Sulbar ada hutan mangrove yang subur. Semoga bisa ke sana ka' suatu saat nanti, saya belum pernah pi merambah Sulbar :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahh kak mugniar ada darah orang soppengnya yah...

      Di sulbar alhamdulillah hampir 60% pesisir pantainya di hiasi mangrove. Kapan2 jalan2 ke sular kak mugni disini banyak destinasi wisata hutan manngrove

      Hapus
  4. Mangrove itu bakau kan ya. Dulu sering baca di pelajaran biologi saat masih sekolah. Walaupun sebenarnya saya belum pernah melihat pohonnya langsung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. What???? Gak pernah liat mangrove secara langsung???.. Wahh kasiannya kak nisa... Emangnya selama ini kemana aja kak? Hihi

      Hapus
  5. Wiii berarti bisa untuk makanan ya buah dan daun mangrove ini

    BalasHapus
  6. Saya sempat disarankan menggunakan daun mangrove untuk mengobati gatal. Cuma di Cianjur sini mana ada pohon mangrove.
    Terkahir pergi ke hutan mangrove waktu ke Indramayu. Sekarang mau ke sana kena penyekatan PPKM. Semoga nanti bisa jalan bebas ke hutan mangrove untuk menjadikannya obat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah ayo dong kak nanam mangrove kan di cianjur belum ada hehe

      Semoga sakitnya cepet sembuh kak

      Hapus
  7. Dulu di pantai jembatan menuju laut pesisir kepulauan Riau saya ingat benar hutan mangrove menghunjur meleewati batu batu karang. Bau khas perahu nelayan masih ku ingat. Dan beberapa photo masih tersimpat di Google Drive....hanya 3 tahun setelah itu pantai dan 2 kilometer laut berubah menjadi daratan. Di atasnya berdiri sebuah perusahaan Asing multi natsional.

    Gambaran Batam hanya menyisakan tempat wisata yang juga tidak dapat dipastikan nasibnya setelah investasi berkembang menjadi dollar

    BalasHapus
  8. Aku jadi teringat pada salah satu tulisan dari bloger, Mba Vicky Laurentina yang dulu banget pernah bahas buah Pidada dari hutan mangrove yang bisa dibuat jadi sirup.

    Correct me if i am wrong ya.

    Bahkan katanya hutan bakau ini pun beberapa tanamannya bisa jadi pewarna alami buat kain.

    Memang sih kalau main ke taman bakau saja, wuoh nyamuknya itu lho, ganas ganas. Tapi manfaatnya buat kelestarian lingkungan buanyaaakkk sekali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tp aku sdah beberapa kli nongkrong di hutan mangrove blum pernah tuh digigit nyamuk hehe

      Hapus
  9. Bener banget, byk masyarakat beranggapan kl hutan mangrove menjadi sarang nyamuk dan serangga. Padahal manfaat hutan mangrove kan buanyak ya. Semoga dg tulisan ini byk yg terbuka hatinya untuk melestarikan hutan mangrove

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak semoga aja dengan tulisan ini, stigma asyarakat bisa verubah

      Hapus
  10. hutan mangrove ni jika dimusnahkan akan merosakkan ekosistem dan habitat. Bagus jika terus dipelihara.

    BalasHapus
  11. Waaaaah, baru tahu ternyata pohon mangrove itu bisa jadi obat 😮
    Btw, cepetan gih cari pacar bang, biar gak sirik sama yang couple-an di pohon mangrove wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahah mi sih jg sprti itu bang cari pacar tp blum ada yang mau sama saya... :(

      Hapus
  12. Banyak juga ya manfaat menanam mangrove ini, termasuk untuk jadi bahan makanan. Pohon mangrove harus kita lestarikan terus menerus agar manfaatnya tetap terasa

    BalasHapus
  13. Di Surabaya juga ada hutan mangrove namun belum seindah di Sulawesi barat nih. Saya hanya sekali main main ke mangrove. Mungkin panas saja sih cuacanya jadi kurang bisa menikmati rekreasinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pdahal dihutan mangrove panas dingin gak terasa,, pasti selalu seger kak...

      Hapus
  14. Salam Lestari mba. Wah, saya senang sekali bisa ketemu teman blogger yang sama-sama rimbawan. Saya punya banyak teman di Fahutan Unhas mba, tapi kalo dari Sulbar kayaknya saya gak punya deh. Aduh, hepi banget bisa ketemu dirimu.

    Masya Allah, Hutan Mangrove Baluno pernah menyelamatkan tiga desa dari gelombang tsunami 1962. Ini memang manfaat mangrove yang utama ya mba, melindungi masyarakat kita yang tinggal di garis pantai atau mencari penghidupan di sekitarnya.

    Ibu saya juga tinggal di pulau kecil di Mandiangin, Sumatera Barat. Itu di sekelilingnya hutan mangrove. Kayaknya kalo gak ada mangrove, kampung ibu saya sudah habis dilahap tsunami. Udang, ikan, dan kepiting mangrove juga enak-enak dan lezattttt.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak??? Saya cowok kak,, kok d panggil mbak.
      Mbaknya anak fahutan juga kah???

      Salam kenal yah mbak muti

      Hapus
  15. Baru tau mangrove tempat pacaran wkwkwk.. maklum jarang liat hutan. Taunya dr pelajaran sekolah anak nih mangrove itu berguna untuk mencegah abrasi pantai. Makasih ilmunya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi biasanya sihh klo sudah d jadiin t4 wisata, yah kayak gitu...

      Hapus
  16. Dari dulu penasaran banget sama yang namanya hutan magroove pengen liat secara langsung. Dan ternyata hutan ini banyak manfaatnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah kasian sekali yah gak pernah liat mangrove hihi

      Hapus
  17. yes! penting banget ya mangrove ini di kehidupan kita. tapi sayangnya banyak dari kita yang nyisain sampah di sana, bahkan airnya makin surut karena dikuras terus, bahkan pasirnya juga dijual. miris memang, kayaknya dari kementerian kehutanan harus lebih peduli pd mangrove2 ini ya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sbnarnya bukan cuman kementrian aja sih harusnya kita semua yg harus peduli terhdap alm kita

      Hapus
  18. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seneng deh tahu ada anak muda kayak Mas Norfahrul ini aware dengan pentingnya menjaga kelestarian hutan Mangrove, banyak ya kegunaan hutan mangrove ini,, salah satunya sebagai tempat penyimpanan karbon

      Hapus
    2. Hehe makasih mbak,,
      Ayo sama2 menjaga kelestarian alam

      Hapus
  19. Alhamdulillah di beberapa titik di dekat Medan sudah banyak hutan mangrove yang diusahakan kembali agar tetap terjaga dan sekarang pun sudah banyak produk mangrove yang dikenalkan ke masyarakat. oh ya saya pernah mencicipi sirup mangrove. rasanya enak menyegarkan.

    BalasHapus
  20. Bener bangetnih. Selain filter air bersih dia juga nyimpen karbon biar ngga terlalu cepet dan banyak yang diserap sama bumi dan menimbulkan efek rumah kaca. tapi skrg udah jarang gituu yaa mba mangrove hikss

    BalasHapus
  21. Manfaatnya sebanyak itu ya mangrove ya, nggak hanya untuk penahan abrasi dan mengurangi kecepatan ombak ke pantai. Saya pernah ikut penanaman mangrove ini , ternyata ada bagian yang bisa dijadikan makanan juga kaya keripik, unik :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyya banyak manfaat yg masyarakat belum tau kak

      Hapus
  22. Semangat Lul, ini jadi tugasmu dan teman2 untuk mengajak orang2 di sekitar supaya terus menjaga hutan mangrove dan menambah jumlah tanaman yang ada supaya daerah sekitar pantai terhindar dari abrasi.

    BalasHapus
  23. Masya Allah, ternyata banyak sekali ya Manfaat Manggrove. Semoga terus dapat dilestarikan

    BalasHapus
  24. ngomong-ngomong foto pertama itu ambil sendiri fotonya?
    bagus bangettt.....
    jernih sekali ya airnya...

    BalasHapus
  25. Ternyata manfaatnya banyak banget ya...bagian bawah airnya terlihat indah dan tersembunyi kehidupan dari mata manusia yang hanya sibuk dengan dunianya

    BalasHapus
  26. indah ya ternyata hutan mangrove, dulu suka bgt jalan-jalan ke lokasi hutan mangrove di utara jakarta hehe.. meski panasnyaa uwoww sekali.. Semoga makin banyak yg peduli biar tetap lestari ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhdulillah kalo d jakarta masih ada mangrove kak

      Hapus