Thanks @alvisyahrin


Pertama saya mau ngucapin terima kasih kepada kak @alvisyhrn yang sudah menulis buku "jika kita tidak pernah jatuh cinta" buku yang pernah menyelamatkanku dari jurang yang dalam bernama patah hati.

Untuk kalian yang juga sedang memiliki masalah dengan perasaan selain baca al-Qur'an saya juga rekomendasikan buku "jika kita tidak pernah jatuh cinta" buat kalian baca dan renungi.


Saya mau berbagi cerita sedikit tentang buku ini. Jadi waktu itu saya habis di putusin pacarku yang sekarang sudah jadi mantan. Karena galau dan butuh teman curhat akhirnya saya ke kosan temanku buat curhat sekaligus minta pencerahannya.


"galau lagi yah, baca ini aja rull, soalnya saya udah bosen dengerin curhatmu yang itu-itu terus"  kata eni sambil nyodorin buku JKTPJC-nya Alvi Syahrin.


"yah gak usah deh, tinggal ngasih solusi aja kok pelit banget". Kataku

Maklumlah saya termasuk orang yang malas membaca buku, bukannya malas gimana tapi entah kenapa kalau saya baca buku bawaannya selalu ngantuk walaupun saya berusaha untuk menahan rasa ngantuk itu yang ada malah kepalaku jadi pusing, itulah mendingan saya dengerin ceramahnya eni dari pada baca buku.

akhirnya mau tidak mau saya bawa pulang tuh buku, di rumah saya mencoba membuka halaman pertama, saya terkesan saya gak merasa ngantuk lagi saat membaca yang ada saya malah terbawa suasana dan penasaran buat terus membaca tiap halaman nya. yang saya suka dari buku ini penulis seolah seperti seorang kawan yang tengah memberi pelukan dan nasehat-nasehat lewat tulisan kepada pembacanya. Di tengah-tengah membaca, terkadang saya merenung, terkadang juga ngangguk-ngangguk setuju.

Sampai gak terasa saya telah sampai di halaman terakhir. Ketika selesai membaca saya melihat jam ternyata sudah jam 4 subuh. oh my god seingatku tadi saya mulai membaca setelah sholat isya, gak kerasa saya melahap buku ini dalam jangka waktu 9 jam. Gilak !!! sebuah pencapaian yang luar biasa bagi saya yang malas membaca buku dan buku ini adalah buku pertama yang berhasil saya baca sampai akhir, Buku yang sangat keren menurutku, simple tapi penuh makna.

Sebenarnya saya berniat buat mereview buku ini tapi saya gak di beri bakat semacam itu, jadi saya cuman pengen bagiin beberapa kata favorit yang saya suka dalam buku ini yang sempet saya catat kemarin.


"Kita tidak hidup karena cinta. Kita tidak hidup untuk mencari pasangan. Ada misi yang lebih besar dari itu. Sebab jika cinta adalah tujuan hidup kita, bagaimana dengan pasangan-pasangan yang berakhir cerai, pasangan-pasangan yang ditinggal mati, lalu memutuskan hidup sendiri seumur hidupnya? Bukankah itu tanda besar bahwa cinta bukanlah tujuan hidup ini?" 


"Kehidupanmu, kebahagiaanmu, masa depanmu semua selalu tentangnya, Sampai-sampai kau kehilangan dirimu sendiri. Mungkin ini teguran paling indah bagimu. Agar kau tak lagi menggantungkan harapanmu kepada manusia. Agar kau menemukan sumber kebahagiaan yang lebih tepat. Sebab lihatlah, saat perasaannya berubah, hidupmu berguncang hebat. Dan bayangkan, jika kehidupanmu, kebahagiaanmu, dan masa depanmu hanya ada padanya. bagaimana bila maut menjemputnya?" 


"Jika dia bukan jodohmu, meskipun jutaan liter air mata kau curahkan untuknya, dia tetap tidak akan menjadi jodohmu. Jika dia bukan jodohmu, meskipun kau berharap sekuat apa pun, dia tetap tidak akan menjadi jodohmu. Jika dia bukan jodohmu, meskipun kau mengusahakan berbagai cara untuk bersamanya, dia tetap tidak akan menjadi jodohmu. Jika dia bukan jodohmu, meskipun kau mempertahankannya bertahun-tahun, dia tetap tidak akan menjadi jodohmu. Dan, tak perlulah kau berpikir mencari orang baru untuk mengisi kekosongan hatimu. Kaulah yang harus mengisi hatimu. Bukan orang lain." 


"Jangan sampai cinta menjadi agamamu. Jangan sampai dia menjadi tempatmu bertumpu. Jangan sampai hidupmu hanya untuk cinta dan dirinya. Sedetik setelah kematianmu, dia sudah tidak bisa membantumu." 


"Kesendirian membuatku merenung lebih dalam, lebih jauh. Kesendirian membuatku mengenal diriku. Kesendirian menyadarkanku bahwa segala sesuatu di dunia ini memiliki kelebihan dan kekurangan, termasuk kesendirian dan kebersamaan. Kesendirian menolongku dalam menemukan diriku sendiri. Kesendirian membangunkanku agar tak lagi bergantung kepada manusia karena manusia tak pernah bertahan lama. Kesendirian membuka mataku bahwa, pada dasarnya kita akan selalu sendiri; lahir sendiri, berjuang menyelesaikan masalah sendiri, mati sendiri, dibangkitkan sendiri dengan amalan masing-masing."


"Bertemanlah dengan kesendirianmu. Berdamailah dengannya. Belajarlah darinya. Sesungguhnya, ia tak seburuk yang kau kira"


"Manusia tidak kekal. Manusia tidak sempurna. Manusia selalu mengecewakan. Dan, cinta hanyalah perasaan. Ia bisa datang dan pergi."


Semenjak membaca buku ini saya jadi sadar ternyata ada hal yang lebih penting dari cinta di dunia ini. Apa itu??? Yah baca sendiri lah, kalo saya spoiler disini nanti penulis buku nya marah hihi. Intinya buku ini sangat cook buat kalian yang lagi galau-galaunya karena cinta.


Posting Komentar

22 Komentar

  1. Semoga tak galau lagi ya, anak muda. Makanya rajin2 baca buku dan curhat di blog. Nenek ini siap membacanya. He he ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi iya bu nur,, itu sih dulu banget, semenjak sudah baca buku itu udah gak mikirin lagi soal cinta..

      Wahh terima kasih bu nur,senang rasanya mengetahui tulisan di blog ini ada yang baca

      Hapus
  2. Oh bukunya bagus juga ya, banyak petuahnya tentang hidup terutama buat yang lagi galau karena putus cinta.

    Kita tidak hidup karena cinta, karena banyak juga pasangan yang sudah menikah lalu bercerai, tapi hidup tanpa cinta juga bagai taman tanpa bunga, begitu kata bang haji Rhoma.😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyya bukunya penuh makna

      Hhaha loh kok jd bang haji

      Hapus
  3. pukpukpuk.. Nah gimana? Asyik kan bisa baca buku sampe tuntas? Semoga nanti bisa merambah ke buku lain ya.. Hehheehe.. Gak usah galau lagi, kalo sudah waktunya pasti bakal ketemu deh sama jodoh masing2, siapa tau jodohmu sekarang masih di bedong (kabur)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyik sihh jd banyak ilmu yg di dapat,,, sekarang sih baru 10 buku yg aku tamatin hehe

      Haha brrti jodohku masih muda dong hihi

      Hapus
    2. Masih bayi.. Hehehehe #kabur

      Hapus
  4. Cinta dan patah hati memang selalu menjadi satu. Mencari yang beneran pas di hati sangat sulit kayak nyari jarum di tumpukan jerami. Salah ambil ketusuk dah tu tangan.

    BalasHapus
  5. oh ok...saya termasuk orang logika, dan jarang terpengaruh perasaan. Adik prempuan saya dulu pernah mrngatakan ini: Cobalah memiliki perasaan halus. Tapi tetap saja tidak bisa. Saya suka ilmu pasti, teknologi, programmming walaupun tidak pintar pintar amat. Terakhir saya mencoba baca baca novel percintaan, ternyata indah juga. Pas menghadapi kenyataan, menghadapi mesin dan merancang lupa lagi prinsip mencintai seseorang dengan halus itu....hidup saya memang hambar ya....

    BalasHapus
  6. Mungkin karena waktu itu sedang patah hati, jadi pas baca buku langsung ngena, makanya bisa langsung tamat bacanya, hehe.

    Saya jadi ingat, pagi tadi saya terngiang sebuah lagu jadul dari Malaysia dg grup Newboy, tentang seorang pemuda yang patah hati dan merayu cewenya agar mereka jangan putus. Salah satu liriknya berbunyi : kembali kau kepadaku.

    Dulu saya suka sekali lagu tersebut, sekarang saya malah mikir, ngapain juga merayu cewe yang sudah tidak suka dengan kita. Bukan jodoh, lebih baik lupakan saja. Ada hal yang lebih penting dari pada cinta.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jhaha saya juga mikirnya gitu,, karena related dengan keadaan jd gampang namatin bukunya...

      Haha tp cewek emg suka d rayu sih kak

      Hapus
  7. Beberapa kali pernah baca blog ini, tp baru komen sekarang. Salam kenal mas.. Bukunya alvi syahrin bagus ya. Saya pernah baca yg Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-apa. Cocok buat anak muda yg galau tentang masa depannya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah iyyakah?? Klo giya trima kasih kak sekar udah mau membaca blog ini..
      Iya buku2 kak alvi emang keren2

      Hapus
  8. Setelah baca review buku "jika kita tidak pernah jatuh cinta", saya jadi tertarik pengen baca buku aslinya,,,, nice review kakak....

    BalasHapus
  9. Udah lama tau tentang buku ini tapi masih ragu untuk baca. Apakah bentuk buku ini isinya semacam cerita? atau cerpen atau kata motivasi gitu? atau bentuknya malah cuman quotes-quotes aja kah? Kepo juga sih dengan format buku ini sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Formatnya semacam motivasi tapi dibrengi dengan contoh kasus kak

      Hapus
  10. Sesungguhnya buku cinta-cinta isn't my type, tapi glad to know that this book gets you out of your reading slump! Semoga makin banyak bacaan dan review buku lagi kedepannya ya, kak!

    BalasHapus
  11. Cinta yang universal itu bagus (kasih sayang kepada teman, ortu, hewan, dll), tapi cinta dalam perspektif hubungan romantis sepasang kekasih, yang dimaksud si penulis di dalam buku ini yang tidak perlu membuat mabuk..

    Nice post!

    BalasHapus
  12. Seperti Titik Puspa bilang, jatuh cinta berjuta rasanya. Konsekuensinya kalau jatuh cinta ... ya siap2 patah hati bila ditolak atau putus cinta. Namun jika kita tak pernah jatuh cinta ..... itu patut dipertanyakan ... serasa kurang sempurna jadi manusia kalau tidak pernah jatuh cinta wk wk wk

    BalasHapus
  13. Ini salah satu wishlist saya nihh cuman belum sempet beli dan baca huhu.
    Otw masukin keranjang belanjaan lah abisni

    BalasHapus
  14. Wah keren yaaa jadi gak tidur lohhh itu hihi. Dannn sungghuh beruntung sekai Eni telah memberimu buku itu, aku manggut-manggut juga mulai tadi keren banget diksi si penulis yaaa.

    BalasHapus