Kata klasik pada jaman penjajahan yang berkata cinta itu ngak harus memiliki, memang benar. karena pada dasarnya cinta memang gak bisa dipaksakan, jika orang yang kamu cintai juga  mencintaimu yah syukur kalo enggak, ya syukurin siapa suruh cari yang cantik sedangkan kamunya burik. Tapi ngak ada yang salah kok, cinta memang proses mencari yang dianggap terbaik.

Dulu saya berfikir Konsep dalam mencintai itu sangatlah sederhana, aku sayang kamu dan kamu sayang aku itu sudah cukup namun nyatanya ngak sesederhana itu ternyata konsep mencintai itu sangatlah rumit, kita butuh pengorbanan, penantian, ketulusan dan yang paling terpenting siap ditinggalkan.

Ditinggalkan memang resiko dalam mencintai dan rasanya cukup sakit, apalagi setelah ditinggalkan kita belum bisa melupakan dia itu lebih sakit lagi.

Namun Bicara soal melupakan, melupakan bukanlah pekerjaan yang mudah, butuh usaha, kerja keras dan waktu yang lama Apalagi untuk melupakan seseorang yang sebelumnya  pernah menjadi bagian dari hidup kita.

Saya mau sedikit bercerita tentang seseorang yang masih belum bisa saya lupakan. sebut saja namanya raisa (kita samarkan nama aslinya) dia adalah wanita yang saya kenal lewat temannya temanku, temannya lagi punya teman dan temannya itu adalah raisa. *cukup ribet yah.

Saya sudah kenal raisa cukup lama, dia orang yang menarik, ceria dan lumayan  pintar. raisa adalah mantanku pas masih mahasiswa baru, Lebih tepatnya sih mantan gebetan. Namun harus saya akui untuk ngelupain dia sulit banget. Tapi saya bersyukur dia belum jadi mantan pacar, karena baru sebatas Mantan gebetan saja lupainnya sudah setengah mati.

Raisa bukanlah termasuk wanita yang cantik apalagi seksi, bukan. !!.  dia ngak sesempurna itu kok, namun Salah satu yang membuat saya sulit ngelupain si raisa adalah kenangan yang dia tinggalkan.

Si john lennon pernah berkata akan ada satu lagu yang akan membuatmu teringat pada seseorang, dan ternyata benar karena setiap kali saya mendengarkan lagunya si andre hehanusa yang judulnya "karena kutahu engkau begitu", si raisa ini pasti selalu saja nongol di kepalaku, ya memang itu adalah lagu yang sering dia nyanyiin untukku, walaupun suaranya kadang membuat telingaku serasa ingin berdarah namun saya menikmatinya.

"memang cinta itu tuli" kata pujangga pada jaman dahulu.

Dan setelah berpisah dengan raisa saya baru menyadari betapa lagu itu dapat membawaku kembali kemasa lalu dan saya yakin kalian juga pasti pernah merasakan hal yang sama sepertiku dan menurutku sebuah lagu juga adalah kenangan dari mantan.

Selain lagu yang spesial, kami juga punya tempat yang spesial saat masih PDKT. Menurutku di jembatan dekat pantai barane adalah tempat yang bersejarah bagiku dengan raisa, disanalah kami sering ketemuan, menghabiskan waktu berdua, ketawa bareng, ngobrol bareng, berbicarah tentang banyak hal mulai dari hobi, harapan, cita-cita, kenapa indonesia gak maju-maju, kapan dajjal akan muncul, konspirasi bumi datar dan masih banyak lagi. Aneh dan Ngak modal sih tapi di situlah tempat yang bersejarah bagi kami. 

Disana sudut terbaik melihat matahari tenggelam tak ada siapa-siapa hanya kami berdua diatas jembatan itu. Dan setiap kali saya melewati tempat itu, otomatis pikiranku langsung flashback ke masa lalu, teringat saat-saat berbincang berdua disana, dia bercerita sambil tertawa sesekali dan saya mendengarkan sambil menatap matanya berkali-kali.. diatas jembatan itu dia tinggalkan banyak kenangan.

Melupakan memang perkara yang sulit berbanding terbalik dengan usaha mengingat, sudah susah payah melupakan dia ehh ketika melihat gitar pemberiannya malah keingat lagi, memang menyimpan barang pemberian mantan itu memang mau ngak mau pasti bakal membuat kita keingat terus sama dia.

Jadi ngak ada salahnya ketika mantan meminta kembali barang pemberiannya, itu agar kalian-kalian semua bisa melalui masa-masa move on dengan maksimal.

Saya jadi ingat saat pertama kali raisa memberikanku gitar akustik berwarna hitam itu pada saat ultahku yang ke 19 tahun,   yah walaupun bekas tapi masih okelah, awalnya saya senang dong karena di berikan hadiah dari orang tersayang tapi perlahan saya menyadari bahwa gitar itu juga salah satu penyebab saya keingetan terus sama dia, mau di buang sayang juga sih mengingat gitarnya masih bagus dan harganya juga gak murah bagi dompetku. Mau dijual sayang juga, gitarnya cuman satu, saya juga lagi semangat-semangatnya belajar main gitar. Jadi terpaksa saya harus nyimpan barang pemberian mantan walaupun resikonya bakal keingat dia terus.

Dan saya yakin ini ngak terjadi pada diriku saja, pasti semua orang juga merasakan hal yang sama betapa barang peninggalan mantan mampu membuat kita teringat dia lagi dan lagi.

Dan satu lagi nih yang paling membuatku sulit buat ngelupain raisa yaitu rasa perhatiannya. Sudah kayak mama'ku saja dia.

" sudah makan belum?" tanya raisa lewat chat.
"belum" jawabku singkat.
"makan dulu ntar sakit loh" suruh raisa.
"nyuruh doang, gak di masakin" nyuruhku balik.

10 menit kemudian dia datang ke kosan masakin spageti walau dalam bentuk indomie namun jujur perhatiannya selama ini cukup dahsyat hingga membuatku berat untuk bisa ngelupain dia dan akhirnya dia bersemayan terus dihatiku walau baru sebatas gebetan.

Jika dipikir-pikir kenangan yang ditinggalkan raisa itu sesuatu yang tidak berlebihan tapi entah kenapa sulit untuk dilupakan. 

Namun lambat laun saya menyadari bahwa namanya juga kenangan  mau dengar lagu berkali-kali pun, ngunjungin tempat penuh dengan kenangan berjuta kali  pun,  dan mau sekeras apapun berusaha yang berlalu akan tetap berlalu, dia gak bakalan balik lagi dan tetap akan menjadi kenangan yang semoga saja cepat memudar.