Banyak yang mengatakan nama itu sangat penting karena nama adalah do'a, itulah mengapa banyak orang yang menamai anaknya dengan nama-nama dari al-qur'an atau islami seperti muhammad, aisyah, ibrahim, musa, fir'aun dan masih banyak lagi.

tapi saya sih Gak setuju menurutku apalah arti sebuah nama, lee min ho juga bakal tetap ganteng kayak saya walaupun namanya di ganti jadi sapri.


Saya sendiri sudah beberapa kali ganti nama, kata mamaku sih saat di kandungan saya rencananya akan di beri nama "salsabila" jika sudah lahir. Iya, kalian gak salah baca kok, SAL-SA-BILA. jadi dulu itu rencana saya mau di aborsi karena jarak umurku dengan kakakku terlalu dekat, tapi kata dokter sayang sekali jika harus di gugurin karena anak didalam kandungan ini cewek saat di USG, karena kakakku cowok dan mamaku juga ingin anak cewek jadi saya gak jadi di gugurin deh. Waktu mendengar cerita dari mamaku itu, saya gak tahu mau bersedih atau bersyukur. saya sedih karena nyawaKu pernah terancam di tangan orang tuaku sendiri tapi saya juga bersyukur karena saya selamat waktu itu. Saya mungkin bisa tidak selamat saat itu tapi Allah sangat sayang kepadaku.

23 agustus 1997 akhirnya lahirlah cowok super tampan saya dan kalian pasti tahu gimana respon orang tuaku, yah mereka kaget. "loh kok cowok sih". Mengetahui anak yang lahir cowok, mau gak mau dengan pemikiran kasihan juga kalo di buang orang tuaku pun menerima saya apa adanya, *huft saya selamat lagi, allah masih sayang kepada saya. 

Fathur rahman adalah nama yang di berikan kepadaku waktu bayi hingga berumur 3 tahunan, namun diumur segitu saya kerap mengalami sakit. orang tuaku percaya tentang mitos keberatan nama. Jadi keberatan nama itu adalah nama yang diberikan kepada seseorang namun orang tersebut tidak kuat memikul namanya, sehingga meyebabkan orang tersebut sering sakit, kerap mengalami kenahasan, dan hidupnya sering dilanda derita (katanya sih gitu).

Jadilah namaku diganti dengan nama muhammad nur fahrul, Gak tau juga sih inspirasinya dari mana fathur rahman ke muhammad nur fahrul tapi seandainya saya bisa bicara waktu itu saya mungkin akan meminta diberikan nama leonardo diCaprio, kan pasti keren tuh jika ada yang nanya nama kamu siapa? terus saya menjawab dengan sok keren nama saya leonardo dicaprio Atau jika suatu saat nanti saya ikut dalam sebuah turnamen, kemudian saya keluar sebagai juara di turnamen itu dan nama saya dipanggil ke atas panggung "Mari kita sambut juara bertahan yang tak terkalahkan selama satu dekade di turnamen sabung ayam tingkat kabupaten, Leonardo dicapriooo...!! pasti keren abiss tuh. Tapi itu gak terjadi huft, saya gagal jadi cowok keren.

waktu SD dan SMP gak ada masalah dengan namaku ini, tapi setelah menginjak bangku SMA, saya mulai dihadapkan dengan masalah dan itu di mulai saat ada satu temanku yang ngeledek namaku.


"cowok kok namanya Nur" kata kevin eh bukan terlalu keren, namanya kendi kita pake nama aslinya saja.

Mendengar kata-kata kendi saya bingung mau jawab apa, pasalnya saya gak tau apa masalahnya nama nur untuk seorang cowok. nur kan artinya cahaya dan banyak juga kok tokoh-tokoh cowok hebat yang juga terselip kata nur dinamanya. Contohnya saja Gatot Nurmantyo (Panglima TNI), Nur Pamudji (Dirut PLN) NURdin M. Top dan masih banyak lagi


Tapi ledekan itu malah menjadi-jadi saat wali kelasku juga ikut-ikutan ngeledek. Setiap ia ngabsen dia pasti memanggil namaku dengan nama Nurul, itu diambil dari kepanjangan NUR-fahr-UL. Pernah suatu hari wali kelasku marah karena saat ngabsen saya gak nyahut.


"kamu tuli yah?". Kata wali kelasku.

Saya hanya diam gak mau menjawab karena yang dia ajak bicara itu nurul dan saya bukan nurul.

"kalo kamu gak nyahut saya anggap gak hadir" kata ia lagi.

"BUKAN, namaku bukan Nurul pak, tapi Muhammad nur fahrul." Aku menjawab dengan kesal.


Saya kesal karena semenjak wali kelasku ikutan-ikutan ngeledek namaku, saya jadi diledekin satu angkatan di sekolah. Kadang ada temanku yang manggil saya dengan sebutan ibu nur, mbak nur, atau tante nur. Saya pun pernah mukulin tetangga kelasku sampe babak belur. Bukan, saya mukulin dia bukan karena dia ngeledekin namaku tapi karena dia udah ngedeketin  gebetanku, eh bukan gebetan juga sih karena saya dengan cewek itu gak deket-deket amat. *jombloposesif


Perlahan saya jadi mulai risih, malu, sampe galau gara-gara nama nur yang ada dinamaku Saya selalu berfikir, seberapa bermasalah kah nama Nur bagi seorang cowok?

Tapi semua itu berubah ketika saya mengenal seorang cewek yang bernama dila, kejadiannya kayak gini.


"hei, aku dila yundira, nama kamu siapa? Dia ngajak saya kenalan saat berada dalam bis sekolah.

Bilang aja zayn malik, kalo jujur pasti diledekin lagi, bisik malaikat yang ada di samping kiriku.

Jangan, bilang aja sejujurnya itu kan nama pemberian orang tuamu hargai dong, bisik malaikat yang ada di samping kananku.


Saya dilema, tapi akhirnya saya menjawab.

"nama saya muhammad nur fahrul." Jawabku dengan suara yang agak pelan.

"wah nama yang indah" kata dila kembali.


Mendengar itu saya langsung bengong, tatapanku kosong, suasana bis jadi hening, kupu-kupu mulai beterbangan di balik jilbabnya, saya seperti mimpi saya tidak percaya akhirnya ada cewek normal yang menyadari namaku ini indah dan enggak aneh. Walaupun setelah sampai dirumahnya, dila dikabarkan muntaber selama seminggu.


Tapi sejak saat itu saya mulai kembali menerima namaku, menurutku nama itu bukan hanya sebuah sebutan atau identitas, namun nama juga merupakan sebuah harapan, kekuatan yang membawa keberkahan bagi pemiliknya walaupun namaku ini sempat membuatku malu tapi ini adalah harapan yang diberikan orang tuaku kepadaku.